Warga Rusia Ditangkap Atas Tuduhan Ikut Retas Pemilu AS

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

peretas

Pada hari Jumat lalu, polisi Spanyol menangkap seorang warga negara Rusia karena diduga memiliki peran dalam peretasan pemilihan umum presiden Amerika Serikat yang berlangsung tahun lalu. Pada hari Minggu, kedutaan Rusia di Madrid mengonfirmasi hal ini pada Reuters. Disebutkan, seorang programmer komputer bernama Pyotr Levashov telah ditangkap dan ditahan, meski tidak dijelaskan alasan penangkapan tersebut.  Stasiun televisi Rusia, RT mengatakan bahwa Levashov ditangkap atas perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pemerintah AS, sementara “sumber legal” berkata pada AFP bahwa dia ditangkap atas perintah ekstradisi AS.

Pendapat Seorang pejabat senior AS

Seorang pejabat senior AS menyampaikan pada Reuters bahwa tindakan itu akan memengaruhi kedutaan Rusia di Washington dan konsulat di San Francisco.

Pejabat itu juga mengatakan para warga negara (WN) Rusia itu memiliki waktu 72 jam untuk meninggalkan negeri Paman Sam. Dia juga menyebut 2 lembaga Rusia itu digunakan untuk mengumpulkan informasi intelijen dan semua pejabat Rusia akan ditolak apabila ingin menggunakannya.

Langkah ini dilakukan untuk merespons perlakuan berbahaya Rusia pada diplomat AS dan langkah para diplomat itu dinilai tidak konsisten dengan praktik diplomasipejabat itu

Sebelumnya diberitakan, Rusia melancarkan serangan cyber selama masa pilpres lalu, yang akhirnya dimenangkan oleh Donald Trump. Rusia sendiri dituduh oleh berbagai agensi AS seperti FBI, CIA dan lainnya sebagai dalang di balik berbagai serangan cyber terhadap AS. Seperti membocorkan berbagai informasi untuk membantu kemenangan Donald Trump pada pilpres AS lalu, tuduhan yang berulang kali ditepis oleh Rusia.

INFO :
Menurut blogger keamanan siber, Brian Krebs, Levashov merupakan seorang raja spam dan pendistribusi berbagai malware. Departemen Kehakiman AS dan Kedutaan Rusia di Madrid tidak menjawab permintaan atas tanggapan dari hal ini.
(Visited 20 times, 1 visits today)