waspada !! Indonesia Rentan Serangan Siber

In Berita Terhangat dan Terkini by Della Fitriani

Wanna Cry ransomware menyerang Indonesia. Wanna Cry bukan malware satu-satunya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan ada sekitar 10 ribu virus yang menyerang Indonesia setiap harinya. Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang rawan serangan peretas karena kurangnya jumlah sumber daya manusia yang ahli di bidang keamanan siber.

Kasus peretasan di Indonesia mulai dari peretasan media sosial, serangan virus, hingga yang jauh lebih merusak seperti penyadapanCEO Universitas Macquarie Tim Beresford,di Jakarta

Indonesia termasuk negara yang paling rawan serangan peretas karena dalam kurun waktu tiga tahun (2012 hingga 2015) hampir 500 orang ditangkap atas dugaan kejahatan siber.

Tenaga ahli di bidang keamanan siber masih sangat sedikit. Jumlah aparat kepolisian yang menangani kejahatan siber masih puluhan orang. Sementara di Korea Selatan, polisi yang menangani kejahatan siber berjumlah ribuan orang.

Rusia disebut mampu mengintervensi Pemilihan Presiden AS pada November 2016 lewat serangan siber.

Rusia disebut mampu mengintervensi Pemilihan Presiden AS pada November 2016 lewat serangan siber. Hal itu sekaligus diduga membantu kemenangan capres dari Partai Republik Donald Trump. Masuk ke ancaman dalam negeri, Presiden Joko Widodo dan ibu negara serta sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara pernah menjadi target penyadapan oleh agen rahasia Defence Signals Directorate Australia. Selama 15 hari sepanjang Agustus 2009, intelijen Australia menyadap kegiatan Presiden RI melalui telepon genggam. Menjelang akhir 2010, Wikileaks mengaku memiliki tak kurang dari 3.059 dokumen rahasia milik Pemerintah AS. Informasi rahasia itu juga mencatat berbagai informasi tentang Indonesia.

(Visited 17 times, 1 visits today)